Suatu hari seorang teman lama me-contact via chat di fesbuk. Salah satu teman yang menyenangkan saat kongko-kongko di SMA dan kampus yang sekarang nun jauh di sana. Dari bicara banyak soal teman2 SMA, kampus hingga ke investasi emas. Teman saya bercerita bila dia tertarik untuk investasi emas setelah chat beberapa kali dengan saya dan membuktikan pandangan saya dengan data hasil search internet (auditor sekaleee…heheheehh).
Singkat cerita, dia memutuskan untuk meminjam koperasi kantor untuk membeli emas batangan dengan mudah (ya jelas..ternyata dia juga salah satu pengurusnya..hihihii). Hari berikutnya, emas batangan tersebut dia bawa ke salah satu lembaga keuangan untuk digadaikan, dan memperoleh pinjaman dana hari itu juga dengan biaya sewa 1,25% per bulan. Dia tanya, “kira-kira oke gak ya pras kalo emasnya gue gadein. Kan lumayan, sekarang gue punya dana yang bisa gue pake buat apa aja, hehehee..”.
Saya bilang..Mas ganteng..(nyeneng-nyenengin orang banyak pahalanya kan…hehehehh), kalau mas mau gadaikan emas monggo…atau mau kasi emasnya untuk saya, ya saya terima dan bersyukur..asik kan, hihihii..Hanya kalau mas beli emas dengan dana pinjaman dan emas tersebut digadaikan untuk mendapatkan dana pinjaman berarti mas harus mengalokasikan dana untuk membayar cicilan bulaan koperasi kantor dan total pinjaman gadai beserta cicilan biaya sewa per bulan yang akan jatuh tempo setelah empat bulan (bila gadai tidak diperpanjang). Ini namanya mas membuka 2 lubang dengan 1 penutup. Saya tidak mengatakan salah, tetapi dana yang diperoleh setelah menggadaikan emas harus menutup 2 pengeluaran sekaligus. Dengan kata lain, dana tersebut harus dikelola dengan bijaksana dan disiplin anggaran (bahasanya kok kayak orang pemerintahan…ihh) dan nilai cash flow (makhluk apaan sih…teknis bangetss..hihihi) yang masuk dari pengelolaan dana hasil gadai emas harus melebihi total pembayaran rutin atau berkisar di atas 2,5% per bulan dari dana pinjaman koperasi yang cuma 1% per bulan. Jadi saya katakan, mas..hehehee..keliatannya dana ndak bisa dibuat untuk jalan-jalan deh.. (sebab sepertinya dana pinjaman gadai akan digunakan teman saya untuk liburan…tetapi, ya monggooo..semoga (pasti dong…) akan selalu ada dana untuk menutup 2 lubang tadi..) .
Apakah cukup bijaksana menggunakan dana tersebut untuk liburan atau jalan-jalan atau belanja konsumsi lain? Emas memang salah satu instrumen yang menyenangkan untuk mendapatkan dana secara cepat dengan menjadikannya suatu jaminan. Tanpa harus disurvey, cukup dicelupin…heheheee..cair deh pinjaman. Tanpa fee survey, tanpa keringet keluar…kalau masih diminta fee untuk pengujian sih, matre banget deh. Atau instrumen yang menenteramkan bila memiliki (tanya simbah kalau ndak percaya…), kado yang paling gampang di hari ultah simbok…(siapa tau bisa dipinjem lagi..hihihi, nakal ya). Saya percaya bahwa banyak teman yang memiliki pendapat berbeda mengenai investasi emas atau menabung dalam bentuk emas batangan. At least…tulisan ini memberikan sedikit cara pandang saya mengenai sisi indah dibalik berkilaunya emas…
Plizz, give me your feedback di comments bawah ya..so we can further discuss it. I love feedback, I do appreciate all of the comments. Or simply just click the “Like” button.